Kenali Bahaya dan Komplikasi Diabetes

Upaya pencegahan dan penanganan penyakit diabetes mellitus perlu mendapat perhatian serius dan menjadi skala prioritas, mengapa demikian? Jika, dampak penyakit tersebut akan membawa komplikasi berbagai penyakit lain yang lebih serius, seperti impotensi, penyakit jantung, stroke (risiko 2 – 4 kali lebih tinggi), hipertensi, gagal ginjal, dan kerusakan sistem saraf. Komplikasi akut memerlukan tindakan pertolongan yang cepat. Sementara itu, komplikasi kronis atau bersifat menahun timbul setelah penderita mengidap diabetes selama 5 – 10 tahun lebih. Berikut ini beberapa komplikasi penyakit diabetes mellitus yang perlu Anda ketahui lebih cermat, diantaranya. simak juga : obat diabetes alami

Komplikasi Akut

Koma biasanya dapat terjadi pada kondisi komplikasi yang bersifat akut, koma umumnya disebabkan oleh kondisi ketoasidosis diabetika (DKA), koma hiperglikemia, dan koma karena hipokalemia. Pada DKA dan koma hiperglikemia, pasien biasanya mengalami kadar gula yang melebihi normal. Pada keduanya terdapat kenaikan kadar gula darah yang kadang-kadang dapat mencapai 400 mg/dl, dehidrasi, dan perasaan seperti berputar atau drowsiness sampai kondisi koma. Keduanya memerlukan terapi insulin untuk menurunkan gula darah dengan cepat. Sementara itu, hipoglikemia adalah keadaan gula darah yang mengalami penurunan hingga kurang dari 50 mg/dl. Keadaan ini  biasanya timbul akibat pemberian insulin yang berlebihan (over insulin).

Gejala akut timbul akibat kurangnya asupan cairan yang dapat dipercepat dengan adanya infeksi, stroke, infark jantung, atau gangguan pencernaan. Dengan adanya kekurangan cairan, akan mengakibatkan gangguan kesadaran pada penderita.

Komplikasi Kronis

Komplikasi kronis atau atau dikenal juga dengan komplikasi yang bersifat menahun, dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu komplikasi mikrovaskuler dan komlikasi makrovaskuler.
Komplikasi mikrovaskuler yang merupakan komplikasi yang khas dari diabetes disebabkan oleh kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol, sedangkan komplikasi makrovaskuler umunya disebabkan oleh kelainan kadar lemak darah. Komplikasimakrovaskuler pada penderita diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan kadar trigliserida darah menjadi tinggi atau hipertrigliserida dan perubahan kadar kolesterol darah secara kulaitatif.

Komplikasi Mikrovaskuler

Komplikasi mikrovaskuler adalah komplikasi yang mengenai pembuluh rambut sehingga menjadi kaku atau menyempit dan akhirnya organ kekurangan suplai darah. Organ-organ yang biasanya terkena, seperti ginjal, mata, dan saraf-saraf perifer. Komplikasi pada mata akan terjadi retinopati, komplikasi pada ginjal (nefropati), dan komplikasi pada saraf-saraf tepi (neuropati).
Nefropati diabetika yang merupakan salah satu komplikasi mikrovskuler merupakan jenis gangguan ginjal yang diakibatkan penderita mengidap diabetes dalam waktu yang cukup lama. Gangguan ini tidak menyerang semua penderita diabetes, tetapi sekitar 50% penderita diabetes tipe 1 yang telah sakit selama 15 – 20 tahun.

Ginjal tidak menunjukkan gejala ataupun keluhan pada stadium awal. Tanda-tanda yang mungkin dapat ditemui pertama kali adalah adanya protein di dalam urin atau albuminuria. Stadium selanjutnya dapat berupa adanya kenaikan tekanan darah yang dapat diikuti dengan pembengkakan kaki karen penimbunan cairan. Pada stadium akhir dapat terjadi gagal ginjal.

Komplikasi Makrovaskuler

Komplikasi makrovaskuler merupakan komplikasi yang mengenai pambuluh darah arteri yang lebih besar. Akibatnya adalah terjadinya atherosclerosis. Walaupun atherosklerosis dapat terjadi pada seseorang yang bukan pengidap diabetes. Adanya diabetes mempercepat terjadinya atherosklerosis. Akibat atherosklerosis ini, antara lain penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, dan gangrene pada kaki.

Pengidap diabetes sangat rentan mendapatkan gangrene pada kakinya karena beberapa hal. Pertama, pengidap diabetes mudah mendapatkan infeksi. Penyebabnya adalah terjadi penurunan reaksi sel-sel limfosit, kadar gula yang tinggi (media yang baik untuk berkembangnya mikroorganisme), dan gangguan pada vaskuler. Kedua, adanya atherosklerosis mengakibatkan aliran darah, terutama pada tempat-tempat yang jauh dari jantung misalnya, ujung kaki menjadi terganggu. Ketiga, adanya neuropati mengakibatkan fungsi sensorik (alat perasa/peraba) menjadi menurun fungsinya.

Sumber Rujukan:
  1. Tjokroprawiro, A.1991. Diabetes Mellitus. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
  2. Perkeni. 1993. "Konsensus Bandungan untuk Pengendalian Diabetes Mellitus", Bandungan, Jawa Tengah.

Comments

Popular Posts

EduApps.co.id Soal Ujian Nasional, Ujian Sekolah dan Ulangan Harian Terlengkap di Indonesia

Kenali Prinsip dan Syarat Diet Diabetesi