Kenali Prinsip dan Syarat Diet Diabetesi

Mengapa prinsip dan syarat diet penting diperhatikan bagi para diabetesi? Karena dengan mengetahui prinsip, syarat dalam penyusunan diet untuk penderita diabetes bertujuan untuk menyesuaikan kesanggupan tubuh dalam menggunakan makanan sehingga membantu menurunkan kadar gula darah mendekati normal, menurunkan gula dalam urin menjadi negatif,dan mencapai berat badan normal atau ideal.

Adapun prinsip penyusunan diet diabetes yang perlu diperhatikan dan diketahui, terutama bagi para diabetesi, sebagai berikut.
Mempertahankan kadar gula darah supaya tetap normal dengan menyeimbangkan asupan makanan, insulin (endogenous atau exegenous), obat penurun gula oral, serta aktivitas fisik.
Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal.
Memberi kecukupan energi untuk mempertahankan atau mencapai berat badan normal.
Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin, seperti hipoglikemia serta komplikasi jangka pendek dan jangka lama.
Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal.

Syarat umum yang harus dipenuhi dalam penyusunan menu, diantaranya sebagai berikut.
Kebutuhan kalori disesuaikan dengan keadaan metabolik, umur, berat badan, dan aktivitas tubuh.
Jumlah kalori disesuaikan dengan kesanggupan tubuh dalam menggunakannya.
Cukup protein, mineral dan vitamin dalam makanan.
Menggunakan bahan makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah.

Syarat Diet Diabetes Mellitus Tanpa Komplikasi

Energi cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal. Makanan dibagi dalam tiga porsi besar, yaitu makan pagi (20%), dan sore (25%), serta 2 – 3 porsi kecil untuk makanan selingan masing-masing 10-15%.
Kebutuhan lemak sedang, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total. Lemak terdiri atas <10% dari lemak jenuh, 10% lemak tidak jenuh ganda, dan sisanya dari lemak tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol <300 mg per hari.
Kebutuhan protein normal, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi ttal.
Kebutuhan karbohidrat 60-70% energi total.
Penggunaan gula murni dalam makanan dan minuman tidak diperbolehkan, kecuali jumlahnya sedikit sebagai bumbu. Jika kadar gula darah sudah terkendali, diperbolehkan mengomsumsi gula murni sampai 5% dari kebutuhan energi total.
Penggunaan gula alternatif (bahan pemanis selain sukrosa) dalam jumlah terbatas. Ada dua jenis gula alternatif, yaitu yang bergizi (fruktosa, gula alkohol berupa sorbitol, manitol, dan silitol) serta gula tidak bergizi (aspartam dan sakarin).
Asupan serat dianjurkan 25g/hari dengan mengutamakan serat larut air yang terdapat di dalam sayur dan buah.
Penderita DM dengan tekanan darah normal diperbolehkan mengomsumsi garam dapur sebanyak 3.000 mg/hari.
Cukup vitamin dan mineral.

Syarat Diet Penyakit Diabetes Mellitus dengan Nefropati

Energi mencukupi, yaitu 25 – 30 kkal/kg BB ideal.
Kebutuhan protein rendah, yaitu 10% dari kebutuhan energi total, atau 0,8 g/kg BB
Kebutuhan karbohidrat sedang, yaitu 55 – 60% dari kebutuhan energi total. Gunakan karbohidrat kompleks sebagai sumber karbohidrat utama. Pemberian karbohidrat sederhana berupa gula murni dalam jumlah terbatas dan diberikan bersama makanan utama.
Kebutuhan lemak normal, yaitu 20 – 25% dari total energi dengan mengutamakan asam lemak tidak jenuh ganda atau tunggal. Asupan lemak jenuh hendaknya <10% asupan energi total serta asupan kolesterol <300 mg.
Kebutuhan natrium sebanyak 1.000 – 3.000 mg, tergantung tekanan darah, adanya edema, dan ekskresi natrium.
Kebutuhan kalium dibatasi hingga 40 – 70 mEq atau (1.600 – 2.800 mg) atau 40 mg/kg BB jika ada hiperkalemia (GFR < 10 ml/menit) atau apabila jumlah urin <1.000 ml/menit) atau apabila jumlah urin <1.000 ml/hari.
Kebutuhan fosfor tinggi, yaitu 8 – 12 mg/kg BB.
Kebutuhan kalsium tinggi, yaitu 8 – 12 mg/kg BB.
Kebutuhan kalsium tinggi, yaitu 1.200 – 1.600 mg.
Kebutuhan vitamin tinggi. Jika selera makan menurun, berikan suplemen vitamin B kompleks, asam folat dan piridoksin, serta vitamin C.

Sumber Rujukan
National Academy Of Sciences.1989. Diet and Health, Implication For Reducing Chronic Disease Risk. Washington D.C:National Academy Press.
Scholl, D.E.1987. Nutriton and Diet Therapy. New Jersey: Medical Economics Company.
Yulianto, WA.2004. Diet Untuk Penderita Diabetes.
Tjokroprawiro, A.1991. Diabetes Mellitus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Obat herbal diabetes paling ampuh

Popular Posts

EduApps.co.id Soal Ujian Nasional, Ujian Sekolah dan Ulangan Harian Terlengkap di Indonesia

Kenali Bahaya dan Komplikasi Diabetes

7 Jus Yang Efektif Menurunkan Gula Darah