Review Penyakit Diabetes Mellitus

- Tuesday, January 06, 2015
Dengan mengenal penyakit diabetes akan emmbantu Anda mendeteksi penyakit ini sedini mungkin, apa itu 3P? Baca selengkapnya
Diabetes melitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah kondisi hiperglikemia kronik (peningkatan kadar glukosa darah), yang disertai kelainan metabolik sebagai akibat terjadinya gangguan hormonal, yang berlanjut dengan timbulnya berbagai komplikasi kronik pada mata, saraf, ginjal dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis pada pemeriksaan dengan media mikroskop elektron. Mungkin terjadi penurunan kemampuan tubuh dalam berespons terhadap insulin, atau tidak ada pembentukan insulin yang terjadi di pankreas. baca juga : obat herbal diabetes paling ampuh

Sejarah Diabetes


Tahun 1522 Sebelum Masehi (SM)

Di Mesir telah dikenal adanya suatu penyakit dengan gejala sering kencing dengan jumlah urin yang banyak (poliuria). Penyakit tersebut berakibat pada penurunan berat badan secara cepat tanpa disertai rasa nyeri.

Tahun 400 Sebelum Masehi

Penulis India, Sushrutha memberi nama penyakit itu dengan nama penyakit kencing madu (honey urine disease)

Tahun 200 Sebelum Masehi

Penyebutan penyakit diabetes mellitus pertama kali di berikan oleh Aretaeus.

Kata "diabetes" artinya 'mengalir terus', sedangkan "mellitus" artinya 'manis'. Disebut diabetes karena penderitanya selalu minum dalam jumlah banyak (polidipsia), kemudian mengalir terus berupa urine. DIsebut "mellitus" karena urine penderita penyakit ini mengandung gula (glukosa). Kadar glukosa orang sehat waktu puasa sekitar 80-100 mg/dl dan dibawah 140 mg/dl pada dua jam sesudah makan.

Kadar glukosa darah sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM ( buka spoiler )


Beberapa Tipe Diabetes

Tipe 1: Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)


5% hingga 10% penderita diabetes adalah tipe diabetes ini. Sel-sel beta pulau langerhans dari pankreas yang pada keadaan normal adalah penghasil insulin, terjadi penghancuran oleh proses autoimun. Nah, pada kondisi ini diperlukan asupan insulin dari luar (suntikan insulin) untuk mengontrol kadar gula darah.

Penderita diabetes tipe 1 umumnya memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai diderita. Selain itu, sensivitas maupun respon tubuh terhadap insulin umumnya normal, terutama tahap awal. Namun, perawatan diabetes tipe 1 harus berkelanjutan, tepat, serta disiplin dalam melakukan pemeriksaan dan pengobatan. Tingkat glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120mg/dl). Beberapa dokter menyarankan sampai ke 14--150 mg/dl untuk penderita yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah.

Sampai saat ini, diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan penggunaan insulin. Pengawasan terhadap tingkat glukosa darah dilakukan secara teliti melalui alat monitor pengujian darah. Tanpa insulin, akan terjadi ketosis dan diabetic ketoacidosis sehingga bisa menyebabkan koma, bahkan kematian. Pemberian insulin umumnya melalui injeksi.

Ciri dan Gejala Diabetes Tipe IDDM

Terjadinya polidipsi, glukosuria, poliuria, diuresis osmotik, dan polifagia
Timbul gejala-gejala umum lainnya serti keletihan dan kelemahan.
Pada ketoasidosis diabetik (DAK) muncul tanda-tanda seperti nyeri abdomen, hiperventilasi, mual, muntah, napas berbau buah, jika kondisi ini tidak ditangani akan berakibat terjadinya perubahan tingkat kesadaran, koma, hingga kematian.

Tipe II: Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM)

90% hingga 95% penderita diabetes adalah tipe II. Kondisi ini terjadi sebagai akibat terjadinya penurunan sensivitas terhadap insulin (resistensi insulin), atau dapat juga terjadi akibat penurunan jumlah pembentukan insulin.

Tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah berkurangnya sensivitas terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia dapat diatasi, salah satunya dengan penggunaan obat antidiabetes yang dapat meningkatkan sensivitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hati. Namun, semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang sehingga terapi dengan insulin kadang dibutuhkan.

Dasar pengobatan pada diabetes tipe II adalah diit yang tepat, dan olahraga. Jika kenaikan kadar gula darah menetap, dibutuhkan suplemen dengan preparat hipoglikemik (suntikan insulin dapat diberikan jika preparat oral tidak berhasil mengontrol hiperglikemia).

Ciri dan Gejala Diabetes Tipe NIDDM

Gejala-gejala pada diabetes tipe II seringkali ringan seperti adanya keletihan, mudah tersinggung, polidipsi, poliuria, luka yang sulit sembuh, atau penglihatan kabur ( kondisi ini terjadi jika kadar gula darah sangat tinggi)

Tipe III: Diabetes Mellitus Gestasional

DM Gestasional disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang memadai selama proses kehamilan. GDM (gestational diabetes mellitus) timbul sekitar 2-5% dari terjadinya kehamilan. Diabetes jenis ini mempunyai kecendrungan untuk berkembang menjadi DM tipe 2. GDM dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. AKibat yang ditimbulkan antara lain permasalahan macrosomia (bayi lahir dengan berat badan melebihi normal), kecacatan janin, dan penyakit jantung bawaan. Diabetes mellitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Dasar Pengobatan Diabetes

Tujuan yang paling penting dalam pengobatan diabetes melitus adalah berusaha menormalisasi aktivitas insulin dan kadar glukosa darah untuk menurunkan risiko komplikasi neuropati dan vaskuler.
Terdapat 5 komponen penting dalam pengobatan diabetes, antara lain dapat dilihat sebagai berikut.
Pengobatan primer untuk diabetes tipe I adalah insulin.
Pengobatan primer untuk diabetes tipe II adalah penurunan berat badan.
Olahraga efektif untuk meningkatkan efektivitas insulin.
Gunakan agen atau preparat oral hipoghlikemia jika olahraga tidak berhasil dalam mengontrol kadar glukosa darah.
Oleh karena bentuk pengobatan akan bervariasi sepanjang perjalanan penyakit akibat terjadinya perubahan gaya hidup, status fisik dan emosional, serta kemajuan terapi, maka secara konstan perlu juga melakukan modifikasi dalam pengobatan, dan tidak kalah penting untuk selalu memberikan penyuluhan baik kepada penderita maupun keluarga.

"What are the big three symptoms of diabetes?
The three major symptoms of diabetes are: Polyuria - the need to urinate frequently, Polydipsia - increased thirst & fluid intake, Polyphagia - increased appetite" (diabetes.co.uk)

Sumber Rujukan:
1.Ikram, Ainal, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga, Jakarta : FKUI, 1996.

2.Arjatmo Tjokronegoro. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2002

3.Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC
Advertisement