Showing posts with label Gejala Diabetes. Show all posts
Showing posts with label Gejala Diabetes. Show all posts

Cara Tepat Kenali Gejala Diabetes Lebih Dini

Cara Tepat Kenali Gejala Diabetes akan sangat membantu mencegah berkembangnya penyakit tersebut menjadi lebih parah dan memicu penyakit lainnya. Diabetes dikenal juga dengan sebutan penyakit kencing manis. Banyak yang belum begitu memahami apa sebenarnya penyakit kencing manis tersebut. Apakah kencingnya berasa manis? Tentu saja tidak, karena ini hanya istilah saja karena tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Penyakit ini sebenarnya terjadi karena adanya gangguan pada kinerja hormon insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Salah satu hormon yang memiliki fungsi penting bagi tubuh karena mampu mengatur metabolisme glukosa pada darah.

Adanya hormon insulin akan membantu normalnya tingkat gula darah sehingga tidak terjadi hiperglikemia atau gula darah yang terlalu tinggi dan hipoglikemia atau gula darah yang rendah. Hiperglikemia inilah yang menyebabkan adanya glukosa pada air kencing penderita diabetes. Sebenarnya keberadaan gula diperlukan tubuh untuk memperlancar aktifitas sehari-hari yang dilakukan. Adanya gula akan diubah menjadi energi. Hanya saja ketika kinerja hormon insulin tersebut terganggu maka aktifitas penyerapan dan penggunaan gula dalam tubuh pun terganggu. Akibatnya gula darah pun tidak bisa berjalan normal tetapi justru menumpuk dalam waktu lama dan bisa menyebabkan komplikasi yang parah. Ketika telah menderita diabetes jika tidak segera ditangani dengan tepat bisa memicu penyakit lainnya bahkan menyebabkan kematian. Inilah mengapa diabetes disebut juga sebagai silent killer.

Mengenali diabetes dengan cepat dan tepat akan membantu mencegah parahnya penyakit diabetes yang diderita. Salah satu caranya tentu saja dengan melihat riwayat kesehatan keluarga. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang diturunkan dari generasi ke generasi. Namun kini, meskipun keturunan berpengaruh, belakangan gaya hidup sangat berperan meningkatnya jumlah penderita diabetes. Konsumsi makanan manis, berlemak dalam waktu lama. Kemudian tidak diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang cukup. Belum lagi aktifitas fisik seperti olahraga yang sangat kurang menyebabkan jumlah penderita diabetes semakin meningkat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui secara dini penyakit diabetes, antara lain :

Cek gula darah secara rutin di tempat yang tepat. Maksudnya, pemeriksaan gula darah dilakukan ketika sudah melakukan puasa. Hal ini disebut juga sebagai fasting plasma glucose atau kadar gula darah puasa. Anda bisa diketahui berisiko atau tidak terkena diabetes melalui pemeriksaan gula darah saat puasa. Jika lebih dari 100 mg/dL maka Anda bisa jadi memiliki risiko terkena gula darah.
Cek kadar LDL, HDL dan Trigliserida dalam darah. Selain memeriksa kadar gula darah puasa, saat ini tidak ada salahnya memeriksa juga kadar LDL, HDL dan Trigliserida dalam darah. Karena beberapa penelitian terakhir menyebutkan bahwasanya ketika kadar LDL dan Trigliserida yang tinggi sementara HDL yang rendah juga bisa menyebabkan terganggunya kinerja hormon insulin.
Cek kadar asam urat. Asam urat  yang meningkat pada penderita diabetes disebutkan dalam penelitian yang dilakukan di Bosnia. Artinya asam urat memiliki peran terhadap terganggunya hormon insulin.

Meskipun tidak memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit diabetes, dengan gaya hidup yang saat ini cenderung tidak sehat membuat penyakit ini bisa menyerang kapan saja dan siapa saja baik pria maupun wanita. Sehingga dengan mengenali gejala diabetes dengan tepat setidaknya bisa membantu segera diketahuinya kemungkinan risiko terkena diabetes dan segera memperoleh penanganan yang tepat. baca juga artikel lain tentang : obat diabetes alami

Tanda-tanda Umum dan Khusus Diabetes Mellitus

Tiga serangkai yang paling klasik dari gejala kencing manis adalah poliuria (Sering kencing), polidipsia(sering merasa kehausan), dan polifagia (sering merasa lapar). Gejala awal tersebut berhubungan dengan efek langsung dari gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Oleh karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuria). Akibat lebih lanjut adalah penderita merasa haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsia). Selain itu, penderita mengalami penurunan berat badan karena sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih. Sebagai kompensasi akan hal tersebut, penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagia).

Gejala diabetes yang timbul lainnya diantaranya, pandangan kabur, pusing, mual, dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olahraga. Selain itu, penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Gejala khusus penderita diabetes tipe 1

Gejala yang timbul pada penderita diabetes tipe 1 secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang dikenal dengan ketoasidosis diabetikum. Penyebab terjadinya ketoasidosis diabetikum adalah kadar gula di dalam darah yang tinggi. Namun, sebagian bsar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin sehingga sel mengambil energi dari sumber yang lain, seperti lemak. Sel lemak yang dipecah akan menghasilkan keton. Keton merupakan sneyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).

Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah, dan nyeri perut. Selain itu, pernapasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau napas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Sebelum menjalani perawatan dan pengobatan, hampir seluruh penderita diabetes tipe 1 mengalami penurunan berat badan karena kakurangan insulin yang berat. Setelah menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami ketoasidosis jika melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan, atau penyakit yang serius.

Gejala Khusus Penderita Diabetes Tipe 2

Sebagian besar penderita diabetes tipe 2 tidak mengalami penurunan berat badan. Bahkan, penderita diabetes jenis ini bisa tidak menunjukkan gejala-sejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, timbullah gejal berupa sering berkemih dan sering merasa haus, tetapi jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dl), penderita akan mengalami dehidrasi berat yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang, dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar nonketotik. Penyebabnya adalah stres, infeksi, atau obat-obatan.

Gejala lain yang mungkin ditimbulkan diantaranya, kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pasien pria serta pruritus vulvae pada pasien wanita. Pada penderita yang tidak begitu berat, peningkatan kadar gula darahnya tidak begitu mencolok segingga harus dilakukan tes toleransi terhadap glukosa. Tes toleransi berguna untuk mengetahui kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.


Gambaran Klinis

Tanda-tanda pasti dari diabetes mellitus adalah adanya kenaikan kadar gula dari yang melebihi normal. Pada individu yang normal, kadar gula dalam keadaan puasa berkisar 60-80 mg/dl, sedangkan setelah makan (postprandial) 120-160 mg/dl. Orang yang toleransi glukosanya normal mempunyai risiko yang lebih besar untuk timbulnya diabetes mellitus jika toleransi glukosa pernah abnormal dan toleransi glukosa berpotensi abnormal. lihat juga : obat herbal diabetes alami paling ampuh