Showing posts with label Risiko Diabetes. Show all posts
Showing posts with label Risiko Diabetes. Show all posts

Gula Bukan Satu-satunya Faktor Penyebab Diabetes

Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Diabetes Care 2010 mengatakan bahwasanya semakin banyak lemak yang dikonsumsi seseorang maka risiko seseorang tersebut terkena diabetes pun makin meningkat
Gula Bukan Satu-satunya Faktor Penyebab Diabetes, benarkah demikian? bisa jadi belum banyak orang yang mengetahuinya. Padahal selain gula, konsumsi lemak hingga menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung juga bisa mengakibatkan penyakit diabetes. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Diabetes Care 2010 mengatakan bahwasanya semakin banyak lemak yang dikonsumsi seseorang maka risiko seseorang tersebut terkena diabetes pun makin meningkat. Mengapa lemak bisa berpengaruh? Karena kadar lemak pada perut yang terlalu tinggi dikatakan salah satu faktor yang menganggu kinerja insulin. Ketika terlalu banyak lemak yang tertimbun pada tubuh bisa membuat sel tubuh tidak sensitif bahkan peka terhadap insulin. Itulah mengapa bisa meningkatkan kadar gula dalam darah.

Seperti di jelaskan oleh para ahli bahwa orang yang kegemukan atau terlalu banyak lemak dalam tubuhnya memiliki risiko tinggi terkena diabetes. Oleh karena itu, tidak perlu menunda lagi untuk segera memulai memperoleh berat badan ideal agar terjauh dari diabetes. Mengontrol lemak yang masuk dalam tubuh termasuk sebagai salah satu upaya untuk mencegah terkena kencing manis. Anda lah yang menentukannya. Sehingga jangan tunda untuk mengatur konsumsi lemak yang masuk dalam tubuh dan membakarnya melalui olahraga secara teratur. baca juga : obat herbal diabetes alami paling ampuh

Setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol masuknya lemak dalam tubuh, antara lain :
1. Cerdas memilih makanan yang dikonsumsi. Semakin selektif untuk mengonsumsi makanan dengan mengurangi makanan yang digoreng atau dimasak dengan santan. Sebaiknya memilih makanan yang dipanggang, direbus, dikukus, bisa juga diungkep.
2. Hindari makan daging ayam dengan kulitnya. Bagian kulit ayam memang terasa gurih karena bagian bumbunya sangat terasa. Namun ketika Anda mengonsumsi daging ayam tanpa kulitnya, ternyata mampu mengurangi konsumsi lemak dari ayam hingga 50 persen.
3. Ganti menu camilan. Ngemil saat nonton televisi, lembur pekerjaan, teman membaca memang enak. Namun hal tersebut bisa menambah lemak tubuh ketika menu camilan tersebut gorengan maupun snack ringan seperti chips dan lainnya. Jika tidak bisa menghentikan ngemil, ganti menu camilan dengan buah.
4. Hindari minuman yang mengandung santan, susu full cream, kopi dengan susu maupun whipper cream. Karena tanpa disadari sebenarnya, konsumsi minuman-minuman tersebut juga bisa menyumbangkan porsi lemak yang menumpuk dalam tubuh.
5. Pilih lemak yang sehat. Meskipun lemak memang disarankan untuk dijauhi namun ada lemak yang baik untuk tubuh. Lemak tersebut adalah Asam Lemak Tak Jenuh Ganda dan Asam Lemak Tak Jenuh Tunggal. Lemak tersebut bisa diperoleh pada buah alpukat dan kacang. Apalagi kedua lemak tersebut juga baik untuk kesehatan jantung. Tapi jangan mengonsumsi buah alpukat dengan susu dan gula. Dan lebih baik mengonsumsi kacang rebus atau sangrai bukan digoreng.

Memang harus bijak dalam mengontrol lemak dalam tubuh. Dampak menumpuknya lemak dalam tubuh menjadi salah Faktor Penyebab Diabetes.

Kenali Siapa Saja Yang Berisiko Terkena Diabetes

Kenali Siapa Saja Yang Berisiko Terkena Diabetes perlu diketahui sehingga lebih  mudah untuk melakukan pencegahan agar tidak menyebabkan terjadinya komplikasi kesehatan atau penyakit yang lebih serius. Untuk diketahui, diabetes bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah misalnya saja jantung, gagal ginjal, kebutaan, jika mengalami luka tidak bisa segera sembuh atau kering, bisa menyebabkan amputasi bahkan tidak jarang berujung pada kematian. Padahal penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Penyakit yang disebut juga kencing manis ini tidak mengenal pria maupun wanita. Apalagi jika memiliki kecenderungan faktor risiko terkena Diabetes Mellitus (DM). Setidaknya ada kecenderungan faktor risiko yang tidak bisa dicegah atau dimodifikasi. Namun ada pula faktor risiko yang sebenarnya bisa dicegah, dihambat atau dimodifikasi. Setidaknya hal tersebut perlu diketahui sehingga lebih  mudah dalam melakukan perawatan terhadap penderita DM yang bersangkutan. baca juga : obat herbal diabetes paling ampuh

Pada dasarnya diabetes terjadi ketika makanan yang dikonsumsi tidak diubah menjadi glukosa dan diserap sel tubuh dengan baik. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan pankreas menghasilkan cukup hormon insulin yang seharus membantu proses penyerapan glukosa dalam sel tubuh. Akibatnya terjadi gula dalam darah pun meningkat. Diabetes ini bisa menyerang siapa saja apalagi orang-orang yang memiliki tingkat risiko tinggi. Itulah mengapa Mengenali Siapa Saja Yang Memiliki Risiko Terkena Diabetes perlu dipahami dan diketahui sehingga bisa mencegah terjadinya komplikasi kesehatan yang disebabkan diabetes.

Berikut ini beberapa faktor yang paling dekat dengan risiko mengalami diabetes, antara lain :

Faktor risiko yang tidak bisa diubah. Hal ini membuat penderita tidak bisa menghindarinya. Biasanya disebabkan karena faktor ras/etnik dari asia, indian amerika, hispanik merupakan etnik yang memiliki tingkat risiko DM terbesar. Kemudian riwayat keluarga yang mengalami DM. Lalu dari segi usia. Dimana usia lebih dari 45 tahun disebut-sebut sangat dekat dengan DM sehingga sebaiknya selalu rutin memeriksakan secara laboratorium. Selain itu juga jika sebelumnya pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg atau pernah mengalami diabetes saat hamil perlu mewaspadainya. Begitu pula jika memiliki riwayat lahir dengan berat yang rendah misalnya kurang dari 2,5 kg.
Faktor risiko yang bisa diubah atau dicegah. Faktor ini berhubungan erat dengan gaya hidup. Misalnya saja memiliki kecenderungan berat badan berlebih atau memiliki indeks maka tubuh lebih dari 23 kg/m2. Kemudian memiliki kebiasaan merokok maupun aktifitas fisik yang kurang. Jika memiliki penyakit hipertensi kemudian kolesterol jahat yang tinggi begitu pula dengan trigliserida yang tinggi juga sangat dekat dengan DM. Apalagi jika menyukai makanan maupun minuman yang manis, enggan mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur akan memperparah kondisi tersebut. 

Nah, sekarang sudah lebih mudah bukan untuk memprediksi siapa saja yang bisa terkena diabetes. Jika sebelumnya memang memiliki faktor risiko yang tidak bisa diubah misalnya karena faktor  keluarga jangan sampai diperparah dengan kebiasaan tidak sehat seperti merokok, kurang olahraga, tidak suka makanan berserat, kegemukan, kolesterol tinggi dan lainnya. Sehingga faktor risiko yang dimiliki pun setidaknya bisa diperlambat bahkan dicegah. Setidaknya diawali dengan Mengenali Siapa Saja yang Memiliki Faktor Risiko Terkena Diabetes terlebih dahulu dan bisa segera merencanakan setiap aktifitas fisik yang bisa dilakukan maupun makanan yang akan dikonsumsi setiap harinya yang diharapkan bisa membuat kesehatan tubuh diri sendiri dan keluarga menjadi lebih baik.